
MAJALENGKA – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis digital menjadi salah satu peluang untuk memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Untuk mendukung upaya tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, mendorong kolaborasi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka dan Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Majalengka.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program konkret yang berfokus pada peningkatan keterampilan pemasaran digital, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pemberdayaan generasi muda agar lebih siap menghadapi peluang ekonomi di era teknologi.
Gagasan itu disampaikan Ineu saat berdialog dan berdiskusi bersama jajaran PWI dan DPC PA GMNI Majalengka di Aula DPD KNPI Majalengka, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di sela kegiatan safari politiknya.
Dalam diskusi itu, para peserta membahas potensi kerja sama antarlembaga untuk membantu generasi muda dan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital secara lebih produktif. Pemanfaatan platform digital dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Ineu Dorong Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
Ineu menegaskan, kerja sama antara organisasi tidak seharusnya berhenti pada pertemuan dan diskusi. Menurutnya, sinergi yang dibangun perlu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata, terukur, dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu program yang berpotensi dikembangkan adalah pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM dan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang lebih baik dalam memasarkan produk, memanfaatkan media digital, serta menangkap peluang usaha yang terus berkembang.
“Kami ingin ke depan ada kegiatan bersama, seperti pelatihan digital marketing dan pelatihan bagi anak-anak muda di bidang UMKM. Harapannya, kerja sama antara alumni GMNI dengan PWI dapat berjalan baik dan berkelanjutan untuk kemajuan UMKM di Majalengka,” ujar Ineu.
Ia menjelaskan, gagasan kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya bersama PWI. Dengan memperluas keterlibatan berbagai elemen organisasi, upaya pengembangan UMKM diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan pemasaran, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi salah satu aspek penting agar generasi muda dapat beradaptasi dengan perubahan pola usaha. Di tengah perkembangan teknologi informasi, kemampuan memanfaatkan ruang digital dapat menjadi modal untuk membangun usaha, memperkenalkan produk, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
PWI Majalengka Sambut Baik Gagasan Kolaborasi
Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Pardi Supardi, menyambut positif dorongan kolaborasi yang disampaikan Ineu Purwadewi Sundari. Ia mengapresiasi perhatian dan dukungan terhadap kegiatan organisasi wartawan serta upaya peningkatan kapasitas anggotanya.
Pardi berharap, peluang kerja sama tersebut dapat membuka ruang bagi anggota PWI untuk mengembangkan keterampilan di luar bidang jurnalistik, termasuk kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dapat memberikan nilai tambah bagi anggota organisasi. Selain menjalankan tugas jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, wartawan juga memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan mengenai perkembangan ekonomi digital dan peluang usaha.
Dukungan terhadap peningkatan keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kerja sama yang lebih luas. Dengan program yang sesuai kebutuhan peserta, kolaborasi antarlembaga berpotensi memberikan manfaat bagi organisasi sekaligus masyarakat di Kabupaten Majalengka.
PA GMNI Siapkan Kader Hadapi Peluang Ekonomi Digital
Sementara itu, Ketua PA GMNI Majalengka, Andhika, menyatakan komitmennya untuk mendorong para kader agar semakin memahami pemasaran digital dan mampu melihat peluang usaha di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Ia menilai, kemampuan memanfaatkan ruang digital menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi kewirausahaan. Karena itu, pertemuan bersama PWI dan Ineu diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun program bersama yang lebih aplikatif.
“Saya kira ini awal untuk ke depannya gas melejit bagi para kader menangkap peluang usaha di ruang digital,” ungkap Andhika.
Komitmen tersebut membuka peluang bagi PA GMNI Majalengka untuk terlibat dalam kegiatan peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya yang berkaitan dengan kewirausahaan dan pemasaran berbasis teknologi.
Jika diwujudkan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan, program kolaboratif ini diharapkan dapat membantu peserta memahami cara memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana produktif, bukan sekadar media komunikasi.
Kolaborasi Diharapkan Perkuat UMKM Majalengka
Sinergi antara PWI Kabupaten Majalengka, PA GMNI Majalengka, dan Ineu Purwadewi Sundari diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengembangan UMKM digital di daerah.
Peningkatan keterampilan pemasaran, penguatan kapasitas SDM, serta keterlibatan generasi muda menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut.
Bagi pelaku UMKM, kemampuan memasarkan produk secara digital dapat membantu memperluas jangkauan konsumen dan membuka kesempatan menjangkau pasar di luar wilayah pemasaran konvensional. Sementara bagi generasi muda, penguasaan keterampilan digital dapat menjadi bekal untuk merintis usaha maupun mengembangkan kegiatan ekonomi yang telah dijalankan.
Meski demikian, keberhasilan kolaborasi akan bergantung pada tindak lanjut berupa program yang jelas, pelaksanaan pelatihan, serta pendampingan sesuai kebutuhan peserta.
Dengan dukungan berbagai pihak dan keterlibatan aktif organisasi, pengembangan UMKM berbasis digital di Majalengka diharapkan dapat berjalan lebih terarah. Langkah ini sekaligus menjadi peluang untuk mendorong generasi muda agar lebih siap memanfaatkan perkembangan teknologi demi memperkuat perekonomian lokal. (*)















