Tiket Cuma Rp10 Ribu, Wisata Bukit Hortensia Majalengka Bikin Pengunjung Betah

Wisata Bukit Hortensia Majalengka geliatkan ekonomi warga sekitar.

MAJALENGKA – Kehadiran Wisata Bukit Hortensia di Blok Sukamanah, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, mulai membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat sekitar. Destinasi wisata yang menawarkan panorama pegunungan, hamparan bunga, dan aktivitas agrowisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga membuka peluang penghasilan baru bagi warga setempat.

Berada di kawasan dengan udara sejuk khas pegunungan, Bukit Hortensia menyuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata. Hamparan bunga yang berpadu dengan latar Gunung Ciremai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Namun, potensi Bukit Hortensia tidak berhenti pada keindahan pemandangannya. Sejak mulai beroperasi untuk umum, destinasi ini juga berupaya melibatkan masyarakat lokal agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.

Penggagas sekaligus pemilik Wisata Bukit Hortensia, Mamay Rosmayati, mengatakan keterlibatan warga menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan destinasi tersebut. Salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat terlihat dari pengelolaan area parkir yang dipercayakan kepada warga desa.

Menurut Mamay, sekitar 15 hingga 20 warga terlibat dalam kegiatan pengelolaan parkir tersebut. Jumlah ini menunjukkan bahwa keberadaan destinasi wisata baru berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitarnya.

“Di parkir, ya 15 mah 20 ada,” ungkap Mamay saat menceritakan keterlibatan warga dalam operasional wisata, Minggu (11/10).

Bagi Mamay, pengembangan pariwisata tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan pengelola. Lebih dari itu, ia berharap Bukit Hortensia bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi desa melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan bertambahnya kesempatan warga untuk memperoleh pendapatan.

“Jadi tambah ramai masyarakat, kan tambah penghasilannya, pendapatannya meningkat,” tuturnya.

Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat

Harapan tersebut mulai terlihat dari perkembangan jumlah pengunjung sejak Bukit Hortensia dibuka untuk umum. Pada hari ketiga operasional, jumlah wisatawan yang datang tercatat sekitar 70 orang.

Seiring meningkatnya popularitas destinasi tersebut, angka kunjungan kemudian bertambah. Jumlah wisatawan yang datang dilaporkan mencapai sekitar 150 orang hingga lebih dari 250 orang per hari.

Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan wisata di kawasan Argapura. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Selain membuka kesempatan bagi warga yang terlibat langsung dalam operasional, ramainya pengunjung juga berpotensi mendorong kegiatan usaha pendukung, mulai dari penjualan makanan dan minuman hingga penyediaan berbagai kebutuhan wisatawan.

Dengan demikian, keberadaan Bukit Hortensia diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik baru bagi Kabupaten Majalengka, tetapi juga mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat Desa Argalingga.

Menawarkan Wisata Bunga dan Agrowisata Stroberi

Salah satu keunggulan Wisata Bukit Hortensia adalah kombinasi panorama alam dengan pengalaman agrowisata. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati udara sejuk dan berfoto dengan latar pemandangan Gunung Ciremai, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lingkungan perkebunan.

Di kawasan ini, wisatawan berkesempatan memetik buah stroberi segar langsung dari kebun. Selain stroberi, tersedia pula tomat yang dapat dinikmati sebagai bagian dari pengalaman berwisata di kawasan pertanian.

Konsep tersebut memberikan alternatif rekreasi bagi keluarga maupun wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda. Aktivitas memetik buah secara langsung juga dapat menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat kegiatan pertanian dan proses budidaya tanaman.

Perpaduan wisata alam dan agrowisata ini menjadi nilai tambah bagi Bukit Hortensia. Wisatawan dapat menikmati pemandangan, mengabadikan momen bersama keluarga, sekaligus merasakan pengalaman memanen buah dari kebunnya.

Dari sisi biaya, destinasi ini menawarkan tarif masuk yang relatif terjangkau. Pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp10.000 per orang untuk memasuki kawasan wisata.

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin membawa pulang hasil petikan stroberi, pengelola menetapkan harga Rp80.000 per kilogram.

Tarif tersebut memberikan pilihan bagi pengunjung untuk menikmati kawasan wisata tanpa harus mengeluarkan biaya masuk yang besar. Adapun pembelian stroberi dapat menjadi pengeluaran tambahan bagi mereka yang ingin membawa pulang buah segar sebagai oleh-oleh.

Dengan daya tarik alam, aktivitas agrowisata, dan harga tiket yang ramah di kantong, Bukit Hortensia memiliki peluang untuk menjangkau berbagai segmen pengunjung.

Akses Jalan Menjadi Pekerjaan Rumah

Di tengah perkembangan kunjungan wisatawan, Mamay menilai pembenahan infrastruktur masih menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di Desa Argalingga.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan menuju kawasan wisata tersebut. Akses jalan yang lebih baik dinilai akan memudahkan perjalanan wisatawan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama menuju lokasi.

Menurut Mamay, manfaat perbaikan jalan tidak hanya dirasakan oleh pengunjung Bukit Hortensia. Jalur tersebut juga dapat menunjang akses menuju destinasi wisata alam lain di sekitarnya, termasuk Curug Sawer.

Saat ini, akses menuju kawasan air terjun tersebut masih menghadapi kendala karena semak belukar yang tumbuh menutupi badan jalan. Kondisi itu membuat perjalanan menuju Curug Sawer menjadi lebih sulit bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan alam Argalingga.

“Harapannya ya dibagusin, soalnya ini kan akses buat ke wisata lain juga, bisa ke Curug Sawer,” ujar Mamay.

Ia berharap pembenahan akses jalan dapat dilakukan agar potensi wisata di kawasan Argapura semakin mudah dijangkau. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus memperluas peluang pengembangan destinasi wisata.

Bukit Hortensia Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Perkembangan Wisata Bukit Hortensia memperlihatkan bagaimana destinasi baru dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Keterlibatan warga dalam pengelolaan parkir menjadi salah satu contoh bahwa aktivitas wisata bisa memberikan manfaat langsung di tingkat desa.

Ke depan, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan dapat berjalan seiring dengan berkembangnya usaha-usaha pendukung milik masyarakat. Dengan dukungan pengelolaan yang baik, promosi yang berkelanjutan, serta perbaikan infrastruktur, potensi wisata Argalingga dapat dikembangkan lebih luas.

Sinergi antara pengelola wisata, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk mewujudkan harapan tersebut. Destinasi yang menarik perlu ditunjang akses yang memadai agar wisatawan merasa nyaman dan tertarik untuk kembali berkunjung.

Jika potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan, Wisata Bukit Hortensia Majalengka bukan hanya menjadi tempat menikmati panorama pegunungan dan memetik stroberi, melainkan juga dapat berperan sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal.

Bagi warga Desa Argalingga, meningkatnya kunjungan wisatawan membawa harapan baru: pariwisata yang tumbuh tidak hanya memperkenalkan keindahan alam Majalengka, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. (iim)