CIREBON – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Minggu (11/10/2026). Hj Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., kembali mendapat kepercayaan sebagai Ketua DPC PKB Kota Cirebon bersama jajaran pengurus lainnya.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi PKB Kota Cirebon untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus mempersiapkan langkah politik menghadapi Pemilu 2029. Partai berlambang bola dunia itu menargetkan sedikitnya enam kursi legislatif di tingkat Kota Cirebon agar dapat bersaing menjadi pemenang pemilu mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat, serta Ketua Dewan Syuro PKB Kota Cirebon, Syaefurrohman.
Sebelum prosesi pengukuhan, seluruh pengurus mengikuti orientasi politik yang dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB Kota Cirebon. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyamakan visi, memperkuat pemahaman politik, dan merumuskan langkah strategis partai untuk lima tahun ke depan.
Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati yang akrab disapa Rida, menegaskan bahwa orientasi politik memiliki peran penting dalam mengokohkan arah perjuangan seluruh pengurus. Melalui kegiatan tersebut, para kader diharapkan memahami tujuan perjuangan partai sekaligus mampu menerjemahkannya ke dalam kerja-kerja politik yang nyata di tengah masyarakat.
Menurut Rida, orientasi politik tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap partai, tetapi juga membentuk cara pandang, sikap, dan pola pikir pengurus dalam menjalankan peran politik di kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Ia menjelaskan, terdapat tiga komponen utama yang membentuk orientasi politik seseorang, yakni kognitif, afektif, dan evaluatif.
Orientasi kognitif berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai sistem politik, lembaga pemerintahan, serta tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Sementara itu, orientasi afektif berhubungan dengan perasaan, ikatan emosional, serta tingkat kepercayaan seseorang terhadap objek politik.
Adapun orientasi evaluatif mencakup kemampuan memberikan penilaian, pertimbangan, hingga kritik terhadap kebijakan maupun berbagai fenomena politik yang berkembang di masyarakat.
Rida berharap, pemahaman terhadap ketiga komponen tersebut dapat mendorong pengurus PKB Kota Cirebon menjadi kader yang tidak hanya memahami politik secara teoritis, tetapi juga mampu menjalankan tugas partai secara bertanggung jawab.
PKB Kota Cirebon Perkuat Struktur hingga Tingkat RW
Setelah pengukuhan resmi dilakukan oleh jajaran DPP dan DPW PKB Jawa Barat, DPC PKB Kota Cirebon akan melanjutkan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.
Rida menyampaikan, penyusunan kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) atau kecamatan telah menjadi bagian dari agenda organisasi. Langkah berikutnya adalah memperkuat struktur kepengurusan di tingkat ranting atau kelurahan hingga anak ranting di tingkat rukun warga (RW).
Penguatan struktur tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan partai sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan jaringan organisasi yang semakin kuat, PKB Kota Cirebon diharapkan mampu menyerap aspirasi warga, memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, dan menghadirkan langkah penyelesaian sesuai kapasitas partai.
Rida menegaskan, PKB Kota Cirebon telah mencanangkan target untuk tampil sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2029. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, partai memasang target perolehan minimal enam kursi di DPRD Kota Cirebon.
“PKB Kota Cirebon siap memenangkan Pemilu 2029, setidaknya minimal meraih enam kursi untuk menjadi pemenang pemilu 2029,” tegasnya.
Target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh pengurus dan kader untuk bekerja lebih terarah, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.
Peduli Ummat Melayani Rakyat Jadi Pedoman Kerja Kader
Rida yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cirebon mengajak seluruh pengurus dan kader PKB di setiap tingkatan agar mulai aktif turun langsung ke masyarakat.
Ia menekankan bahwa kerja politik tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan organisasi atau menjelang pemilu. Kehadiran kader harus dirasakan masyarakat melalui komunikasi yang intensif, kepedulian terhadap persoalan warga, serta pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat posisi PKB di Kota Cirebon.
Karena itu, seluruh pengurus diminta menjadikan prinsip “Peduli Ummat Melayani Rakyat” sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari.
Prinsip tersebut, lanjut Rida, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan politik. Setiap kader diharapkan mampu menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan menempatkan pelayanan publik sebagai bagian penting dari pengabdian.
“Semua pengurus PKB di setiap tingkatan wajib mengamalkan prinsip Peduli Ummat Melayani Rakyat dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan periode 2026–2031 yang telah dikukuhkan, PKB Kota Cirebon kini menghadapi pekerjaan untuk memperkuat organisasi, memperluas pelayanan kepada masyarakat, dan mempersiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029. Target enam kursi legislatif menjadi salah satu sasaran yang ingin dicapai melalui konsolidasi kader dan penguatan kehadiran partai hingga tingkat RW. (abd)
















