CIREBON – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru, Kota Cirebon, Jumat (25/9). Ratusan aparatur sipil negara (ASN) bersama tenaga pendukung dari sejumlah perangkat daerah turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan sungai yang tengah ditata tersebut.
Aksi itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menjaga kebersihan kawasan sekaligus memastikan penataan Sungai Sukalila dan Kalibaru tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, kegiatan bersih-bersih sengaja dilakukan pada Jumat. Biasanya, hari tersebut dimanfaatkan ASN untuk mengikuti kegiatan olahraga atau senam bersama di kantor masing-masing.
Namun, kali ini para pegawai diarahkan untuk turun ke kawasan Sungai Sukalila.
“Memang sengaja hari ini saya gerakkan. Hari Jumat biasanya ada senam bersama di kantor masing-masing. Tapi untuk hari Jumat ini, saya lihat proses pembangunannya terus berjalan,” kata Edo.
Menurut dia, kebersihan harus menjadi bagian dari proses penataan kawasan sungai. Pembangunan fisik yang sedang berjalan perlu diikuti dengan kepedulian untuk menjaga lingkungan di sekitarnya.
Edo bahkan berencana menjadikan kegiatan bersih-bersih sungai sebagai agenda rutin setelah pembangunan Sungai Sukalila dan Kalibaru selesai.
“Nanti kalau sudah selesai, ini dibangun semuanya selesai, setiap hari Jumat pasti kita akan bersih-bersih juga di sungai ini,” ujarnya.
Tak Ganggu Pelayanan Publik
Edo memastikan pengerahan personel untuk kegiatan tersebut tidak mengganggu pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Sebab, tidak seluruh ASN diterjunkan ke lapangan. Pemkot juga melibatkan tenaga pendukung, termasuk petugas operasional atau office boy (OB) dari sejumlah perangkat daerah.
Kegiatan bersih-bersih hanya dilakukan selama beberapa jam. Setelah selesai, para personel kembali menjalankan aktivitas dan pelayanan di kantor masing-masing.
“Ini bukan ASN semuanya. Ada OB yang dari dinas-dinas. Kita prioritaskan setiap hari Jumat hanya beberapa jam saja bersih, kemudian kembali lagi ke kantor masing-masing,” jelasnya.
Selain mengajak pegawai pemerintah menjaga kebersihan, Pemkot Cirebon juga mulai menyiapkan langkah untuk mengendalikan aktivitas masyarakat di sepanjang bantaran sungai.
Edo mengimbau masyarakat tidak kembali mendirikan lapak atau bangunan permanen untuk berjualan di kawasan bantaran Sungai Sukalila maupun Kalibaru.
Menurut dia, keberadaan lapak permanen berpotensi mengganggu estetika kawasan yang saat ini sedang ditata dan dibangun.
Untuk mencegah munculnya kembali aktivitas tersebut, Pemkot Cirebon berencana menempatkan anggota perlindungan masyarakat (Linmas) di kawasan sungai.
Pengawasan juga akan diperkuat melalui Satgas Peduli Sungai yang telah dibentuk Pemkot Cirebon dengan melibatkan sejumlah unsur.
“Linmas nanti juga akan kita tempatkan di sini. Khusus untuk mengawasi agar tidak ada lagi yang berjualan secara permanen,” ungkap Edo.
Fasilitas Pendukung Masih Dievaluasi
Meski pembangunan utama masih berjalan, Pemkot Cirebon mulai memikirkan kebutuhan fasilitas pendukung di kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru.
Sejumlah fasilitas, termasuk pengaturan rest barrier dan kantong parkir, masih dalam tahap evaluasi.
Edo mengatakan, pemerintah tidak ingin terburu-buru menentukan titik fasilitas sebelum pembangunan utama rampung. Evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kawasan dan konsep akhir penataan.
“Yang penting ini sudah selesai dulu tahap pembangunan fisiknya. Setelah selesai, nanti kita evaluasi apa yang perlu ditambahkan,” tuturnya.
Termasuk untuk kantong parkir. Pemkot Cirebon akan melihat kondisi lapangan sebelum menentukan lokasi yang dianggap sesuai.
Dengan demikian, penataan Sungai Sukalila dan Kalibaru diharapkan tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih tertata secara fisik, tetapi juga nyaman, bersih, dan terawat dalam jangka panjang.
Edo menegaskan, keberlanjutan kawasan tersebut bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga kebersihan serta fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah.
“Kalau kita sudah bangun, kita harus bersihkan. Supaya masyarakat tahu dan ikut menjaga apa yang sudah dibangun pemerintah,” pungkasnya. (its)















