
CIREBON – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon mengapresiasi kepercayaan TNI Angkatan Laut yang memilih Pelabuhan Cirebon sebagai lokasi sandar KRI Dewaruci pada 13–18 Oktober 2026. Kehadiran kapal legendaris tersebut menjadi momentum untuk membuka peluang pengembangan wisata heritage atau wisata berbasis sejarah di kawasan pelabuhan.
KRI Dewaruci terakhir kali bersandar di Pelabuhan Cirebon pada 2022. Kembalinya kapal layar legendaris milik TNI AL itu tidak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan sejarah kemaritiman kepada publik.
Momentum tersebut ditandai dengan kegiatan ramah tamah yang melibatkan kru KRI Dewaruci, jajaran TNI AL, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang kemaritiman Cirebon.
Kegiatan ini dihadiri General Manager Pelindo Regional 2 Cirebon Mochammad Imron, Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Cirebon Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, Kapolsek Pelabuhan Cirebon AKP Asep Sunaryo S, SH, serta jajaran insan kemaritiman lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengembangkan potensi kawasan pelabuhan. Pelindo ingin menghadirkan fungsi pelabuhan yang lebih luas, tidak hanya sebagai pusat kegiatan logistik dan kepelabuhanan, tetapi juga sebagai ruang edukasi sejarah serta destinasi wisata maritim.
General Manager Pelindo Regional 2 Cirebon, Mochammad Imron, mengatakan kehadiran KRI Dewaruci menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata sejarah yang dimiliki Pelabuhan Cirebon.
Menurut dia, kawasan pelabuhan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi yang memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat, khususnya dalam mengenal sejarah pelayaran dan dunia kemaritiman Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan Pelabuhan Cirebon sebagai kawasan yang tidak hanya berperan dalam layanan logistik, tetapi juga memberikan pengalaman wisata sejarah dan edukasi kemaritiman. Kehadiran KRI Dewaruci menjadi momentum awal untuk membuka peluang pengembangan layanan heritage yang dapat dinikmati masyarakat,” ujar Imron.
Pengembangan wisata heritage tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan Pelabuhan Cirebon. Selain memperkenalkan sejarah kemaritiman, kegiatan wisata juga berpotensi meningkatkan daya tarik kawasan pelabuhan sebagai salah satu bagian penting dari perkembangan maritim di wilayah Jawa Barat.
Kehadiran KRI Dewaruci menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat kapal legendaris yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pelayaran dan pendidikan TNI Angkatan Laut. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap sejarah maritim serta peran strategis laut bagi Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Cirebon turut mengajak masyarakat untuk mengenal potensi sejarah yang ada di lingkungan pelabuhan. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah awal dalam menjajaki berbagai kegiatan wisata berbasis sejarah yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Masyarakat dapat mengunjungi KRI Dewaruci di Pelabuhan Cirebon selama periode 13–18 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, dengan mengikuti ketentuan kunjungan yang berlaku.
Pelindo berharap kehadiran KRI Dewaruci menjadi pembuka bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan wisata heritage berikutnya. Dengan kolaborasi bersama TNI AL dan pemangku kepentingan lainnya, Pelabuhan Cirebon diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat logistik sekaligus memiliki daya tarik wisata sejarah kemaritiman di Jawa Barat. (abd)















