
CIREBON – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, mendapat sambutan positif dari masyarakat pesisir, khususnya para nelayan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas penunjang perikanan yang memadai sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.
Bagi nelayan Desa Citemu, keberadaan KNMP menjadi harapan baru untuk mendukung aktivitas melaut agar lebih mudah, efektif, dan produktif. Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat membantu nelayan sejak persiapan berangkat ke laut hingga proses penanganan hasil tangkapan setelah kembali ke daratan.
Salah seorang nelayan Desa Citemu, Trisno, mengaku senang dengan adanya program tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas penunjang sangat dibutuhkan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
Ia berharap, pembangunan KNMP tidak hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan nelayan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Beberapa fasilitas yang dinilai penting di antaranya tempat pendaratan ikan, lokasi sandar perahu, hingga fasilitas dok untuk perbaikan kapal. Ketersediaan sarana tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas perikanan dengan lebih lancar.
“Mudah-mudahan bisa membantu aktivitas kami dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sini,” ujar Trisno.
Menurutnya, pekerjaan nelayan tidak sebatas menangkap ikan di laut. Ada berbagai kegiatan lain yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai, mulai dari mempersiapkan perahu sebelum melaut, menjaga kondisi kapal, hingga menangani hasil tangkapan ketika tiba di daratan.
Karena itu, keberadaan fasilitas yang sesuai kebutuhan dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas perikanan. Dengan sarana yang memadai, nelayan diharapkan dapat menjalankan pekerjaan secara lebih efektif sehingga peluang meningkatkan pendapatan juga semakin terbuka.
Nelayan Berharap Dilibatkan dalam Pembangunan KNMP
Selain berharap tersedianya fasilitas yang memadai, Trisno juga meminta agar nelayan lokal dilibatkan dalam pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, partisipasi masyarakat pesisir penting agar pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut dinilai memahami berbagai kendala yang mereka hadapi, baik ketika melaut maupun saat mengelola hasil tangkapan.
Dengan melibatkan nelayan sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan, fasilitas yang dibangun diharapkan lebih tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.
Aspirasi nelayan juga diperlukan untuk menentukan sarana yang menjadi prioritas. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi turut memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat yang akan menggunakannya.
Trisno berharap, KNMP di Desa Citemu dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat pesisir. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga mereka.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan fasilitas. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana sarana tersebut dapat digunakan dan memberikan dampak nyata bagi nelayan.
“Harapannya nelayan di sini ikut dilibatkan. Jadi, programnya sesuai dengan kebutuhan kami dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh nelayan setempat,” pungkasnya.
Dengan pembangunan KNMP yang sesuai kebutuhan masyarakat, nelayan Desa Citemu berharap fasilitas yang tersedia nantinya dapat menunjang kegiatan perikanan sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Cirebon. (awr)















