Melihat Goong Renteng Cibogo Kuningan, Alat Musik Tradisional Berusia Lima Abad

Te;ah berusia 500 tahun, Gong Renteng tetap dimainkan

KUNINGAN – Dentangan alat musik tradisional masih terdengar di tengah kehidupan masyarakat Blok Cibogo, Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan.

Bukan alat musik biasa, Goong Renteng yang dimainkan masyarakat setempat diperkirakan telah berusia sekitar lima abad. Meski telah melewati perjalanan panjang, keberadaannya hingga kini masih dipertahankan dan dimainkan dalam sejumlah kegiatan masyarakat.

Salah satunya dalam Pasar Renteng yang rutin digelar setiap bulan. Dalam tradisi tersebut, suara Goong Renteng tidak hanya menjadi pengiring kegiatan, tetapi juga digunakan untuk menyambut tamu sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Keberadaan warisan budaya tersebut mendapat perhatian Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi saat mengunjungi Pasar Renteng di Blok Cibogo, Minggu (4/10/2026).

Bupati Dian melihat Goong Renteng sebagai peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya tinggi. Karena usianya yang diperkirakan mencapai sekitar 500 tahun, ia menilai diperlukan langkah lebih serius untuk menjaga agar warisan tersebut tetap bertahan.

“Goong Renteng ini usianya sudah sekitar 500 tahun. Ini luar biasa. Harus kita jaga, kita rawat dan kalau memungkinkan dibuatkan museum,” ujar Dian.

Menurutnya, pelestarian Goong Renteng tidak cukup hanya dengan menyimpan perangkat musik tersebut. Tradisi masyarakat yang selama ini masih memainkan alat musik tersebut juga perlu dipertahankan.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah memisahkan fungsi benda asli dengan kebutuhan pertunjukan. Benda asli dapat ditempatkan sebagai koleksi yang dilindungi, sedangkan untuk kegiatan rutin masyarakat dapat digunakan replika.

Cara tersebut dinilai dapat menjaga keaslian peninggalan bersejarah sekaligus memastikan tradisi Goong Renteng tetap berjalan.

Dengan begitu, masyarakat tidak harus berhenti memainkan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun hanya karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi benda asli.

Generasi Muda Perlu Mengenal Sejarah Goong Renteng

Selain persoalan fisik, Bupati Dian juga menyoroti pentingnya pewarisan pengetahuan mengenai sejarah Goong Renteng kepada generasi muda.

Menurut dia, keberadaan peninggalan budaya di lingkungan masyarakat harus diketahui oleh generasi penerus. Jangan sampai anak-anak muda justru tidak mengenal sejarah yang berada di daerahnya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak muda kita justru tidak tahu bahwa di daerahnya sendiri ada peninggalan yang memiliki sejarah panjang,” katanya.

Pengenalan tersebut dinilai penting untuk membangun rasa memiliki. Ketika generasi muda memahami nilai sejarah dan budaya yang ada di sekitarnya, mereka diharapkan ikut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungannya.

Terlebih, perkembangan zaman membuat berbagai bentuk kesenian tradisional menghadapi tantangan untuk tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Menjadi Identitas Masyarakat Cibogo

Bagi masyarakat Cibogo, Goong Renteng bukan sekadar seperangkat alat musik lama yang disimpan sebagai benda peninggalan.

Dentangannya masih dihadirkan dalam momentum tertentu, termasuk saat pelaksanaan Pasar Renteng. Bahkan, keberadaan alat musik tersebut memiliki keterkaitan erat dengan nama tradisi yang selama ini dijalankan masyarakat.

Pasar Renteng menjadi salah satu ruang bagi warga untuk mempertahankan tradisi sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada masyarakat yang datang.

Keberlangsungan tradisi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan warga. Semangat gotong royong membuat warisan leluhur itu tetap dimainkan dan dikenalkan meski telah melewati perjalanan sekitar lima abad.

Kunjungan Bupati Dian pun menjadi momentum untuk kembali mengangkat keberadaan Goong Renteng sebagai salah satu kekayaan budaya Kuningan.

Upaya pelestarian ke depan diharapkan tidak hanya berfokus pada perangkat musiknya. Lebih dari itu, sejarah, tradisi memainkan, pengetahuan masyarakat, serta nilai sosial yang menyertainya juga perlu terus diwariskan.

Setelah bertahan selama sekitar 500 tahun, Goong Renteng Cibogo masih terus berdentang.

Suara tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak cukup hanya disimpan. Ia perlu dimainkan, dirawat, dipahami, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. (ags)