Keruk Kali Cipadu, Pemkot Cirebon Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan

Pemkot Cirebon keruk Kali Cipadu untuk cegah banjir

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mulai melakukan langkah antisipasi banjir menjelang datangnya musim penghujan. Salah satunya dengan mengeruk Kali Cipadu di Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk yang mengalami pendangkalan cukup parah.

Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat untuk mengangkat endapan lumpur dan sampah yang menumpuk di dasar sungai. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan kapasitas Kali Cipadu sehingga aliran air lebih lancar ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo meninjau langsung proses pengerukan Kali Cipadu pada Selasa (6/10). Saat melihat kondisi sungai, Edo mengaku cukup terkejut dengan ketebalan material yang telah mengendap.

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari aktivitas ekskavator yang dapat bekerja di atas endapan lumpur tanpa mengalami ambles. Padahal, alat berat tersebut memiliki bobot yang cukup besar.

“Ini luar biasa ya, dengan berat beban ekskavatornya saja sudah berapa ton, tapi nggak tenggelam juga kan, nggak ambles. Berarti ini pendangkalannya luar biasa,” ujar Edo.

Antisipasi Banjir Cirebon Jelang Musim Hujan

Edo mengatakan, persoalan pendangkalan Kali Cipadu sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Pengerukan di lokasi tersebut bahkan pernah dilakukan sekitar satu tahun sebelumnya.

Namun, dalam waktu relatif singkat, endapan lumpur dan sampah kembali memenuhi dasar sungai. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena musim penghujan diperkirakan mulai memasuki wilayah Cirebon pada November mendatang.

Jika kapasitas sungai terus berkurang akibat pendangkalan, aliran air dapat terhambat ketika hujan deras turun. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko genangan hingga banjir di kawasan permukiman sekitar.

“Kalau ini nggak segera dikeruk, ya tentunya ini akan berdampak kepada banjir di masyarakat. Ini kan musim penghujan sudah mau dekat, di bulan November kan sudah mau musim penghujan,” kata Edo.

Pengerukan Kali Cipadu dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak. Pemkot Cirebon menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur kewilayahan di tingkat kecamatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengantisipasi dampak musim hujan, terutama di kawasan yang memiliki aliran sungai dan muara dengan tingkat sedimentasi tinggi.

Keruk Kali Cipadu, Pemkot Minta Warga Tak Buang Sampah ke Sungai

Meski pengerukan dilakukan, Edo menegaskan bahwa penanganan Kali Cipadu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi sungai kembali memburuk setelah dilakukan pengerukan. Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan Kesunean Selatan dan Cangkol yang berada di sekitar aliran Kali Cipadu.

“Saya berharap kepada masyarakat Kota Cirebon, khususnya di Kesunean Selatan dan Cangkol, harus tertib membuang sampahnya, jangan ke kali. Nanti kalau mau buang sampahnya terus ke kali, akibatnya seperti ini,” tegas Edo.

Ia menjelaskan, material yang menyebabkan pendangkalan Kali Cipadu berasal dari sejumlah sumber. Endapan lumpur salah satunya terbawa dari laut ketika terjadi rob. Sementara sampah berasal dari wilayah perkotaan yang kemudian terbawa aliran air menuju kawasan muara.

“Kalau dari laut membawa lumpur, pada saat rob. Nah, ini pada saat ini juga membawa sampah dari dalam,” ujarnya.

Dari sekitar enam muara yang terdapat di wilayah Kota Cirebon, Kali Cipadu menjadi salah satu lokasi yang mengalami pendangkalan cukup berat.

Karena itu, keruk Kali Cipadu dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus menjadi bagian dari langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.

Edo berharap setelah pengerukan selesai, masyarakat ikut menjaga kondisi sungai agar tidak kembali dipenuhi sampah dan endapan.

Ia menilai, upaya pemerintah akan sulit berjalan maksimal apabila kebiasaan membuang sampah ke sungai masih terus dilakukan.

“Sekali lagi saya mohon kesadarannya supaya warga di sini juga nyaman pada saat musim hujan, nggak banjir, nggak bau. Kalau maunya seperti ini terus-menerus, ya pemerintah juga bingung untuk melakukan proses pemeliharaannya,” pungkasnya. (cep)