DLH Kabupaten Cirebon Kuras Sampah Liar di Jalur Pantura, Enam Titik Jadi Sasaran

Petugas DLH Kabupaten Cirebon mengangkut sampah di sejumlah titik di jalur pantura

CIREBON – Tumpukan sampah liar masih menjadi persoalan di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon. Sejumlah titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan kembali dipenuhi berbagai jenis limbah, mulai dari sampah rumah tangga hingga material buangan lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon turun tangan melakukan pembersihan. Dua unit dump truck dikerahkan untuk mengangkut sampah liar yang menumpuk di sejumlah titik sepanjang jalur Pantura.

Pembersihan berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (1-2/10). Kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi DLH Kabupaten Cirebon dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat.

Kabid Pertamanan dan Kebersihan DLH Kabupaten Cirebon Yanto mengatakan, persoalan sampah liar di sepanjang Pantura bukan merupakan masalah baru. DLH juga secara rutin melakukan penanganan terhadap tumpukan sampah di sejumlah lokasi.

Namun, pada pembersihan kali ini terdapat dukungan dari Kementerian PU Jawa Barat sehingga penanganan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kita yang menginisiasi karena melihat banyaknya sampah liar di jalan. Sebelumnya mereka juga pernah berkirim surat kepada kita. Hanya saja, kolaborasi ini baru sekarang bisa terealisasi,” kata Yanto.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing pihak memiliki tugas berbeda. DLH Kabupaten Cirebon menyiapkan armada pengangkut sampah, sedangkan Kementerian PU Jawa Barat menyiapkan tenaga petugas kebersihan untuk melakukan pengumpulan sampah di lapangan.

Selama dua hari kegiatan, dua dump truck DLH diturunkan setiap hari. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Santri.

Sedikitnya terdapat enam titik yang menjadi sasaran utama pembersihan. Lokasi tersebut dipilih karena volume sampah yang menumpuk dinilai cukup banyak.

Enam titik itu yakni kawasan lampu merah Cideng, Kedawung, depan Ramayana, depan Arhanud Plumbon, pintu keluar Tol Plumbon, serta depan Griya Jamblang.

Dari sejumlah lokasi tersebut, tumpukan sampah paling banyak ditemukan di kawasan Cideng, depan Ramayana, dan sekitar pintu keluar Tol Plumbon.

“Paling menonjol itu di Cideng, depan Ramayana, dan pintu Tol Plumbon. Di sana memang banyak tumpukan sampahnya,” ujar Yanto.

Pembersihan dilakukan dengan menyisir jalur Pantura mulai dari kawasan Korem By Pass menuju arah Palimanan. Pada hari kedua, petugas melanjutkan penanganan hingga kawasan Palimanan dan sekitar Pasar Palimanan.

Menurut Yanto, dua unit dump truck yang disiapkan DLH masih mampu menampung sampah dari enam titik prioritas tersebut.

“Enam titik itu yang kita anggap paling banyak volume sampahnya. Alhamdulillah, ternyata cukup dengan dua dump truck,” katanya.

Meski seluruh tumpukan sampah di titik yang disasar telah diangkut, DLH Kabupaten Cirebon mengingatkan bahwa persoalan sampah liar belum sepenuhnya selesai.

Pasalnya, lokasi yang telah dibersihkan berpotensi kembali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal apabila tidak disertai kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan.

“Per hari ini sampah liar di sepanjang jalur tersebut sudah bebas. Tapi ya namanya sampah liar, tetap saja. Hari ini kita kuras, kita bersihkan, besoknya pasti sudah numpuk lagi,” tutur Yanto.

Karena itu, pembersihan sampah liar tetap menjadi bagian dari kegiatan rutin DLH Kabupaten Cirebon. Kolaborasi dengan Kementerian PU Jawa Barat kali ini diharapkan dapat mempercepat penanganan, khususnya di jalur Pantura yang menjadi salah satu akses utama lalu lintas di wilayah Cirebon.

Untuk sementara, kerja sama tersebut baru dilaksanakan selama dua hari. DLH Kabupaten Cirebon akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut untuk menentukan kemungkinan keberlanjutannya.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa seterusnya,” pungkas Yanto.