BIJB Kertajati Bakal Berubah Besar, PT DI Siap Boyong Bisnis dan Buka 3.000 Pekerjaan

PT DI direncanakan masuk BIJB Kertajati bersama bisnis pendukungnya dan akan membuka 3.000 lapangan pekrjaan

MAJALENGKA – Kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka disiapkan memasuki babak baru. Setelah satu dekade berdiri, kawasan bandara tersebut diarahkan tidak hanya menjadi pusat transportasi udara, tetapi juga berkembang sebagai kawasan industri terpadu.

Langkah tersebut ditandai dengan rencana kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan BIJB Kertajati.

Salah satu rencana yang mencuat adalah masuknya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) beserta sejumlah bisnis pendukungnya ke kawasan Kertajati.

Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM mengatakan, rencana tersebut merupakan bagian dari pembahasan pengembangan kawasan BIJB bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan jajaran Kemenhan.

Menurut Eman, kesepakatan pemanfaatan kawasan BIJB antara Pemprov Jabar dan Kemenhan telah dibahas. Penandatanganan kerja sama secara resmi dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Dalam waktu yang tidak lama lagi, PT DI beserta bisnis pendukungnya akan ditarik ke Kertajati. Ini berpotensi membuka kesempatan kerja bagi kurang lebih 3.000 orang,” kata Eman seusai mengikuti rapat pembahasan pengembangan kawasan bersama Gubernur Dedi Mulyadi dan tim Kemenhan, Kamis (1/10).

PT DI Didorong Masuk Kertajati

Masuknya PT DI ke kawasan BIJB Kertajati dinilai dapat menjadi salah satu penggerak baru perekonomian Majalengka.

Kehadiran perusahaan industri pesawat terbang milik negara tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis. Ekosistem usaha pendukung juga berpotensi tumbuh seiring berkembangnya kawasan industri di sekitar bandara.

Bagi Pemkab Majalengka, rencana tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan keberadaan BIJB memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Eman mengatakan, evaluasi terhadap perjalanan BIJB Kertajati selama satu dekade harus diikuti dengan langkah konkret. Menurutnya, kawasan bandara harus mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Prinsipnya bagi kami di daerah, yang terpenting kawasan Kertajati bisa ramai dan hidup. Saya sangat mengapresiasi gagasan Pak Gubernur, karena momentum ini bisa menjadi lompatan besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat serta memajukan Majalengka,” ujarnya.

Dengan konsep tersebut, BIJB Kertajati ke depan diproyeksikan memiliki fungsi yang lebih luas. Bandara tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga dapat berkembang sebagai bagian dari ekosistem industri dan ekonomi baru di Jawa Barat.

PT BIJB Siap Jalankan Arahan Pemegang Saham

Sementara itu, Corporate Secretary PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Imam Rasyidin menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan strategis terkait pengembangan kawasan Kertajati.

PT BIJB, kata Imam, akan menjalankan arahan yang ditetapkan para pemegang saham perusahaan.

Dukungan tersebut sejalan dengan posisi para pemegang saham PT BIJB yang terdiri dari Pemprov Jawa Barat, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Jasa Sarana, serta Koperasi Konsumen Praja Sejahtera Jabar.

Rencana pengembangan kawasan bersama Kemenhan dan masuknya PT DI menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi strategis BIJB Kertajati.

Jika terealisasi, aktivitas industri dan bisnis di sekitar bandara diharapkan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi baru, termasuk membuka peluang kerja bagi masyarakat Majalengka dan wilayah sekitarnya. (iim)