Kecam Pembongkaran Cagar Budaya Rel Kereta Api, Ketua KNPI: Jangan Sesajenkan Sejarah Demi Pembangunan Instan

jaka permana
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon, Jaka Permana SH

CIREBON – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon, Jaka Permana SH angkat bicara terkait aksi pembongkaran sisa-sisa rel kereta api bersejarah yang merupakan bagian dari aset cagar budaya di wilayah Kota Cirebon.

Dalam pernyataannya, Jaka menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kemunduran besar dalam upaya pelestarian identitas kota.

​Sebagai kota yang menyandang predikat Kota Budaya dan Kota Sejarah, kata dia, Cirebon seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga setiap jengkal peninggalan masa lalu. Pembongkaran rel bersejarah tersebut dinilai sebagai bentuk ketidapedulian terhadap narasi sejarah transportasi dan ekonomi yang pernah membentuk kejayaan Cirebon.

​”Kami di KNPI sangat menyayangkan dan mengecam keras adanya aktivitas pembongkaran yang menyentuh situs atau benda cagar budaya, dalam hal ini rel kereta api bersejarah. Pembangunan tidak boleh menjadi alasan untuk menghapus jejak peradaban. Jangan sampai kita menjadi generasi yang durhaka terhadap sejarah kita sendiri,” ujar Jaka Permana dalam keterangan tertulisnya.

​Lebih lanjut, Jaka juga mendesak pihak terkait untuk segera menghentikan segala aktivitas pembongkaran di titik-titik yang memiliki nilai sejarah sebelum ada kajian komprehensif dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Baca Juga: KNPI Pertanyakan Pengelolaan Bima oleh Pihak Ketiga

​Jika itu adalah bagian dari revitalisasi atau penataan kota, kata dia, maka konsepnya haruslah heritage-friendly (ramah warisan budaya), bukan justru melenyapkannya.

​Selain itu, KNPI mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta instansi terkait untuk lebih proaktif dan tegas dalam mengawasi aset-aset cagar budaya agar tidak ada lagi kecolongan serupa di masa depan.

​”Pemuda Cirebon tidak anti pembangunan, tapi kami menolak pembangunan yang ‘rabun’ sejarah. Rel-rel itu adalah saksi bisu bagaimana Cirebon sejak dulu menjadi hub penting di Pulau Jawa. Jika itu hilang, apa yang akan kita ceritakan pada anak cucu nanti? Cirebon akan kehilangan jiwanya jika hanya dipenuhi beton tanpa identitas,” tambah Jaka.

​KNPI Kota Cirebon berencana akan melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kota Cirebon dan pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi serta langkah kongkrit penyelamatan sisa-sisa cagar budaya yang masih ada.
​”Kami akan terus mengawal isu ini. Identitas Cirebon adalah harga mati yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)