
INDRAMAYU – Program pembinaan kemandirian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu mulai menunjukkan hasil nyata. Sayuran segar hasil pertanian hidroponik yang dikelola warga binaan kini berhasil menembus pasar ritel modern dan mendapat respons positif dari konsumen.
Sepanjang September 2026, warga binaan Lapas Indramayu berhasil memanen sekitar 1 kuintal sayuran hidroponik. Komoditas yang dihasilkan meliputi selada dan pakcoy, yang kemudian dipasarkan kepada masyarakat melalui mitra ritel, salah satunya Yogya Toserba Indramayu.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan program pertanian hidroponik tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pembinaan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasaran.
“ Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan sekaligus upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui sektor pertanian,” ujar Aramichi, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, pertanian hidroponik menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Indramayu dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan memperoleh pengalaman praktik budidaya tanaman, mulai dari proses perawatan hingga menghasilkan sayuran siap dipasarkan.
Aramichi menegaskan, keberhasilan memasarkan hasil panen ke toko ritel modern menjadi perkembangan positif bagi program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.
“Program pertanian hidroponik ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan pembinaan di dalam lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima oleh masyarakat,” paparnya.
Menurutnya, terserapnya hasil panen oleh toko ritel modern menunjukkan bahwa produk pertanian warga binaan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Pemasaran tersebut sekaligus membuka kesempatan agar hasil pembinaan tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi berlanjut hingga memberikan manfaat ekonomi.
Ke depan, pengembangan pertanian hidroponik diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Program ini juga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pengembangan pertanian yang efisien. Budidaya hidroponik memungkinkan produksi sayuran segar dengan memanfaatkan ruang secara optimal, sehingga dapat menjadi alternatif usaha pertanian yang potensial.
Keberhasilan panen selada dan pakcoy hingga dipasarkan ke ritel modern menjadi langkah positif bagi Lapas Indramayu dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, bernilai ekonomi, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (tar)















