CIREBON – Perusahaan Pembangkit Listrik Cirebon Power, menggelar Town Hall Meeting 2026 sebagai ajang refleksi kinerja tahun 2025 sekaligus pemaparan tantangan operasional ke depan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menampilkan berbagai capaian perusahaan, baik dalam aspek keselamatan kerja, kinerja operasional, hingga peningkatan produksi listrik pembangkit.
Deputy Operation Manager PLTU Cirebon 2, Farid Hentihu, mengatakan dalam Town Hall Meeting ini memaparkan capaian perusahaan, dan juga memberikan apresiasi kepada karyawan yang telah berkontribusi sepanjang 2025.
Dalam forum tersebut, Cirebon Power juga menyoroti komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sejumlah program keselamatan yang dijalankan sepanjang 2025 dipaparkan sebagai bagian dari budaya kerja yang terus diperkuat.
“Kalau kita bicara safety, ada beberapa poin penting yang kami sampaikan, seperti kegiatan-kegiatan di bulan K3, pengumpulan data melalui Safety Operation Card (SOC), serta kegiatan lain yang mendukung kesehatan karyawan,” ujar Farid.
Selain program keselamatan operasional, perusahaan juga mendorong gaya hidup sehat di lingkungan kerja melalui berbagai kegiatan olahraga.
“Kami juga menjalankan aktivitas yang mendukung kesehatan karyawan, seperti lari, olahraga bersama, dan kegiatan fisik lainnya,” tambah Farid.
Tak hanya aspek keselamatan, Town Hall Meeting 2026 juga menampilkan capaian kinerja operasional, khususnya peningkatan produksi listrik pembangkit Cirebon Power sepanjang 2025.
“Kami menampilkan beberapa capaian selama 2025, salah satunya adalah jumlah produksi yang telah kita jalankan. Angkanya cukup luar biasa jika dibandingkan dengan tahun 2024,” ungkap Farid.
Baca Juga: Turnamen Futsal Cirebon Power Cup
Menurutnya, capaian tersebut diraih melalui upaya maksimal seluruh tim operasional, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis selama tahun berjalan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin. Memang masih ada beberapa kendala yang ditemui, seperti trip atau gangguan tertentu, namun secara keseluruhan kami tetap bisa mencapai salah satu target utama perusahaan,” katanya.
Target utama yang dimaksud adalah availability factor, yakni tingkat kesiapan pembangkit dalam memproduksi listrik.
“Availability factor tetap bisa kami capai, dan ini menjadi indikator penting bahwa pembangkit tetap andal,” ujar Farid.
Memasuki tahun 2026, Farid menyebut perusahaan akan menghadapi tantangan untuk meningkatkan performa pembangkit agar lebih efisien.
“Untuk 2026 ke depan, tantangannya cukup besar bagi kita semua. Selain mempertahankan availability factor dan produksi listrik, kami juga menghadapi tantangan performa pembangkit,” jelasnya.
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah heat rate, yaitu indikator efisiensi pembangkit dalam mengubah energi bahan bakar menjadi energi listrik.
“Heat rate ini adalah salah satu komponen utama yang harus menjadi pertimbangan bagi seluruh karyawan, karena pembangkit kita harus bisa berjalan secara efektif dan efisien,” tegas Farid.
Melalui Town Hall Meeting 2026 ini, Cirebon Power menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan, keselamatan, dan efisiensi pembangkit, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pasokan listrik nasional.
“Kami ingin memastikan pembangkit Cirebon Power selalu siap, andal, dan memberikan kontribusi maksimal bagi PLN dan masyarakat,” pungkas Farid.
*














