
INDRAMAYU – Keterbatasan fasilitas latihan tidak menyurutkan semangat atlet bowling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Indramayu untuk meraih prestasi pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026. Dengan sarana latihan seadanya, para atlet terus mengasah kemampuan demi membawa pulang medali dan mengharumkan nama Kabupaten Indramayu.
Semangat para atlet disabilitas ini terlihat dari rutinitas latihan yang tetap berjalan meski belum didukung fasilitas bowling yang representatif. Mereka harus memanfaatkan sarana yang tersedia untuk meningkatkan akurasi lemparan, menjaga konsistensi permainan, serta membangun mental bertanding menjelang kompetisi.
Kondisi tersebut membuat perjuangan atlet bowling NPCI Indramayu memiliki tantangan tersendiri. Alih-alih berlatih di lintasan bowling permanen, mereka menggunakan arena sederhana yang dibuat secara mandiri di dalam GOR Singalodra, Kecamatan Sindang.
Lintasan latihan tersebut menggunakan karpet yang ditata sedemikian rupa agar menyerupai arena pertandingan. Meski sederhana, ukuran lintasan diupayakan mengikuti standar nasional, yakni panjang 18,29 meter dari garis foul hingga pusat headpin dengan lebar 1,05 meter.
Penyesuaian ukuran ini dilakukan agar para atlet terbiasa memperhitungkan jarak, arah, dan kekuatan lemparan seperti saat menghadapi pertandingan sesungguhnya. Dengan demikian, keterbatasan sarana tidak sepenuhnya menghalangi mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi Peparda Jawa Barat 2026.
Namun, berlatih dengan fasilitas seadanya bukan tanpa risiko. Para atlet harus menghadapi sejumlah kendala, mulai dari bola bowling yang mudah pecah atau retak hingga kondisi lintasan yang belum sepenuhnya menyerupai arena resmi. Mereka juga harus memasang pin bowling secara mandiri sebelum latihan dimulai.
Kondisi itu menuntut para atlet untuk lebih kreatif dan mampu beradaptasi. Prinsip tak ada rotan, akar pun jadi seolah menjadi gambaran perjuangan mereka dalam mengejar prestasi olahraga.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, target medali tetap dipasang. Tim bowling NPCI Indramayu optimistis mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain apabila persiapan dilakukan secara maksimal.
Pelatih Tenpin Bowling NPCI Indramayu, M Ihwan Komara, mengatakan pihaknya menyiapkan tiga atlet untuk mengikuti empat nomor pertandingan pada Peparda Jawa Barat 2026.
Tim tersebut menargetkan tiga medali, masing-masing satu emas dan dua perak. Target itu menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, meskipun fasilitas latihan yang tersedia masih jauh dari ideal.
“Kelas yang diikuti tim bowling NPCI Indramayu ada empat nomor, dengan target tiga medali, satu emas dan dua perak,” jelas Ihwan, Selasa (13/10/2026).
Tiga atlet yang dipersiapkan yakni Egi, Sutarno, dan Eka. Egi akan turun pada nomor TPB 4 single putra, sedangkan Sutarno dan Eka bertanding di nomor TPB 10 single putra.
Selain nomor perorangan, Sutarno dan Eka juga akan berkolaborasi pada nomor TPB 10 double putra. Kombinasi nomor pertandingan tersebut diharapkan membuka peluang bagi kontingen Indramayu untuk merealisasikan target medali yang telah ditetapkan.
Menurut Ihwan, semangat dan kemauan atlet untuk terus berlatih menjadi modal penting dalam menghadapi kompetisi. Karena itu, pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan teknik permainan, tetapi juga penguatan mental agar para atlet tetap percaya diri saat menghadapi lawan.
Meski demikian, ia berharap dukungan terhadap olahraga disabilitas dapat ditingkatkan, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan yang memadai. Sarana yang lebih representatif dinilai penting agar atlet bisa berlatih secara lebih aman, konsisten, dan mendekati kondisi pertandingan sebenarnya.
Biaya Latihan di Lintasan Resmi Jadi Kendala
Salah satu atlet bowling NPCI Indramayu, Sutarno, membenarkan bahwa lintasan yang digunakan untuk latihan merupakan hasil kreativitas tim. Arena tersebut dirancang sendiri dengan menyesuaikan panjang dan lebar lintasan berdasarkan standar nasional.
Menurut Sutarno, penggunaan lintasan sederhana bukan semata-mata pilihan, melainkan juga dipengaruhi keterbatasan anggaran dan belum tersedianya fasilitas bowling standar yang mudah diakses di wilayah Indramayu maupun Ciayumajakuning.
Ia menyebutkan, fasilitas bowling yang tersedia di pusat hiburan seperti Timezone belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan latihan atlet. Panjang lintasannya hanya sekitar separuh dari lintasan resmi sehingga tidak cukup untuk memberikan simulasi pertandingan secara utuh.
Sementara itu, apabila ingin berlatih di lintasan resmi, para atlet harus pergi ke Bandung. Mereka perlu mengeluarkan biaya sewa sekitar Rp200 ribu per jam, belum termasuk ongkos perjalanan pulang-pergi serta kebutuhan makan dan minum selama kegiatan latihan.
Biaya tersebut menjadi pertimbangan tersendiri bagi tim, terutama jika latihan harus berlangsung selama beberapa jam untuk meningkatkan kesiapan atlet.
“Kalau terpaksa ingin mencoba lintasan resmi, kami harus pergi ke Bandung dengan biaya sewa Rp200 ribu per jam. Kalau main dua sampai tiga jam, berapa yang harus dikeluarkan. Biaya itu belum termasuk ongkos pergi-pulang tim dan biaya makan minum,” tandas Sutarno.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perjuangan atlet disabilitas untuk meraih prestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan individu dan kerja keras saat latihan. Ketersediaan sarana, dukungan anggaran, serta akses terhadap fasilitas olahraga yang sesuai standar juga berperan penting dalam menunjang pembinaan.
Bagi tim bowling NPCI Indramayu, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti mengejar target. Mereka tetap berlatih dengan memanfaatkan sarana yang ada sembari berharap dukungan pemerintah dan pihak terkait dapat membuka akses terhadap fasilitas yang lebih layak.
Dengan persiapan yang terus dilakukan, para atlet bowling NPCI Indramayu bertekad membuktikan bahwa keterbatasan sarana tidak menghapus peluang untuk berprestasi. Mereka berharap perjuangan di arena latihan sederhana dapat berbuah medali pada Peparda Jawa Barat 2026 sekaligus menjadi dorongan bagi perkembangan olahraga disabilitas di Kabupaten Indramayu. (tar)












